Kayyisha dan Passionnya di Dunia Hewan

Kecintaan Kayyisha pada dunia hewan bisa membuat saya, yang takut dan tidak pernah suka hewan, jadi bisa berdamai dengan kehadiran mereka. Apalagi kemudian didukung kakaknya dan abinya, yang juga suka memelihara hewan.

Namun kecintaan Kayyisha pada dunia hewan ini berbeda. Dia tidak bisa melihat hewan menderita, sense-nya akan kehadiran hewan, terutama kucing, di sekitarnya begitu kuat. Bahkan kalau yang lain tidak begitu ngeh, Kayyisha bisa tiba-tiba bilang bahwa dia baru saja melihat anak kucing. Padahal jaraknya jauh dan tidak terlihat secara langsung.

Sense yang kuat ini juga yang membawa dia sangat ingin menjadi vet dan animal explorer. Kalau kami berpergian, tempat yang sangat ingin dia kunjungi adalah kebun binatang. Iya, dia bisa betah memperhatikan beragam hewan. Dan di tempat seperti inilah kami sering menemani Kayyisha menjalani minatnya. Tidak hanya kebun binatang biasa, kami juga sering mengunjungi petting zoo, taman hewan yang hewan-hewannya bisa disentuh.

Ada hewan yang sangat Kayyisha sukai, yaitu keluarga kucing, atau dalam bagan taksonomi termasuk ke dalam famili Felidae. Felidae ini termasuk juga big cats seperti harimau, leopard, cheetah dan teman-temannya. Ya, Kayyisha suka sekali dan bermimpi bisa punya piaraan big cats. Yang pasti, ibunya ini yang makin ketakutan. Berdamai dengan kucing rumahan saja sudah sesuatu yang besar, apalagi macan.

Kayyisha semakiiin suka kucing dan keluarganya sejak mengetahui bahwa Rasulullah SAW sangat menyukai kucing. Dia pernah mengikuti sebuah seminar tentang kucing dan mengaminkan semua uraian sang psikolog pengisi acara yang mengatakan bahwa memelihara kucing merupakan tahap pendidikan yang baik untuk anak-anak.

Beberapa exhibition terkait hewan piaraan juga pernah kami kunjungi dan dia selalu betah berada di sekitar hewan-hewan. Makanya, Kayyisha kelak ingin menjelajahi Afrika, buminya para hewan liar dan berinteraksi dengan singa serta teman-temannya di sana. Kevin Richardson dan Casey Anderson adalah dua tokoh yang amat sangat dia kagumi. Dia senang menonton channel youtube “The Lion Wishperer” milik Kevin Richardson, seorang animal behavourist yang membesarkan anak singa hingga dewasa dan hidup dengan beberapa singa di sebuah taman nasional di Afrika Selatan sana.

Membayangkan kehidupan Kevin bisa membuat Kayyisha terpana, karena dia ingin sekali seperti itu. Makanya kami berharap mendapat rezeki bisa mengajak Kayyisha travelschooling ke Kruger National Park di Afrika Selatan dan mengajaknya menemui Kevin di Johannesburg.

Kayyisha dan Dunia Hewan

Sebelum bisa mewujudkan mimpi yang besar ini, Kayyisha mencintai dunia hewan dengan caranya sendiri. Tak cukup memiliki hewan piaraan, yaitu Milo si baby persian, Kayyisha juga mencintai semua kucing yang dia temui dimana saja.

Makanya, di tasnya, dia selalu membawa sekantung makanan kucing yang siap dia berikan kepada setiap kucing yang dia temui di jalan, di pasar, di tempat makan, di masjid dan dimana saja dia menemukan kucing liar. Pernah satu kali, kami membawa seekor kucing kurus tak terawat ke rumah, namun kini kucing itu entah dimana.

kucing
Kayyisha bersama Charlie, kucing yang dipeliharanya sejak bayi
dunia hewan
Kayyisha dan kucing yang ditemukannya di pelataran sebuah masjid
passion
Kedua kucing ini mengelilingi Kayysiha berebut makanan
kayyisha dan kucing
Kucing liar yang suka dielus-elus

Kayyisha sangat menikmati memelihara kucing, hingga dia rela membersihkan kandang dan kotorannya seorang diri dan memandikan Milo.

Kevin dan Casey sangat menginspirasi dengan hewan-hewan piaraan mereka yang unik. Kevin yang sudah bertahun-tahun memelihara singa sejak usia bayi, serta Casey yang memelihara Brutus, si grizzly bear besar yang kerap menjadi bintang film dan televisi. Selain menjaga singa, Kevin juga banyak tampil di tayangan komersil untuk mempromosikan Taman Nasional tempatnya bekerja di Afsel.

Kayyisha bukan ingin menjadi bintang. Kecintaannya pada dunia hewan lebih besar karena dia ingin melestarikan mereka, menolong hewan yang sakit dan memelihara keseimbangan ekosistem.

Berdamai dengan Hewan

milo
Milo kucing piaraan Kayyisha sekarang

Di keluarga, hanya saya yang tidak menyukai hewan. Entah kenapa, mungkin karena sejak kecil tidak terbiasa berinteraksi dengan hewan atau pernah mengalami beberapa trauma dilukai hewan. Entah yang mana yang menyebabkan saya hingga kini takut menyentuh hewan apapun. Termasuk kucing.

Ketika mengetahui bahwa anak-anak saya adalah penyuka hewan, menjadi satu pe er besar buat saya untuk bisa berdamai dengan mereka, para hewan yang akhirnya menjadi piaraan anak-anak. Mulai dari kura-kura, ulat, cecak, kelinci, marmut dan kucing. Bahkan kami pernah punya marmut hingga 7 ekor.

Tentu tidak mudah, karena anak-anak sering membawa piaraanya ini bermain, mengizinkan mereka berkeliaran di sekeliling rumah, naik ke sofa bahkan ke tempat tidur.

Banyak saya menemukan orang tua yang phobia pada hewan dan melarang anaknya menyentuh hewan. Apalagi memelihara. Terkadang, mereka menakuti anaknya bahwa hewan-hewan itu akan menggigit.

Aduuh. Menurut saya ini sebaiknya tidak dilakukan. Karena ternyata kecintaan anak-anak kita pada hewan merupakan ekspresi kasih sayang mereka dan melatih mereka untuk bertanggung jawab. Dengan memelihara hewan, perlahan anak-anak belajar menjaga sebuah kehidupan selain dirinya sejak dini. Respek terhadap makhluk hidup dan belajar menghargai. Dan ini merupakan satu bekal penting dalam pendidikan karakter anak-anak.

Selain itu, seorang psikolog mengatakan, bahwa anak-anak yang berinteraksi dengan hewan cenderung terhindar dari stress dan depresi. Lebih bahagia dan bersemangat.

Dan tidak ada salahnya, kita para orang tua berdamai dengan minat anak. Memberi kesempatan untuk mengeksplorasi dan siapa tahu, passionnya mencintai binatang akan menjadikan satu pilihan profesi masa depannya. Seperti Kevin Richardson dan Casey Anderson.

 

3 thoughts on “Kayyisha dan Passionnya di Dunia Hewan

Leave a Reply

Your email address will not be published.