Kenalan Lagi dengan Homeschooling, Yuk

homeschooling journey

Ketika saya dan keluarga memutuskan untuk menjadi praktisi homeschooling lebih dari lima tahun yang lalu, saya langsung membuat sebuah blog sakolabumi. Blog ini sejatinya memang diperuntukkan untuk berbagi pengalaman dan menceritakan kisah keseharian kami sebagai homeschooler.

Namun dalam perjalanannya, tampaknya saya tidak bisa memanage blognya secara konsisten dan belum bisa menuliskan seluruh kisah keseharian kami secara runut dan sistematis. Saya lebih rutin menulis di blog pribadi anneadzkia.com. Sehingga sulit bagi saya untuk merekomendasikan blog sakolabumi ini setiap kali ada yang bertanya tentang homeschooling.

Selama lima tahun perjalanan kami, banyak sekali kisah. Banyak juga teman yang meminta saya berbagi kisah mengapa memutuskan model pendidikan seperti yang sekarang kami jalani. Beragam pertanyaan masuk, baik melalui email, inbox facebook maupun whatsapp. Semua pertanyaan ini seringkali juga tidak terjawab secara runut dan sistematis.

Bahkan ketika saya akan mulai bercerita, saya sering berpikir, “Saya harus mulai dari mana ya?”

Padahal apa yang dialami teman-teman sebelumnya pernah saya alami juga. Saya membayangkan bagaimana bingungnya mereka ingin memulai homeschooling. Kemana harus bertanya dan apa saja aktivitas yang harus dilakukan.

Ditambah lagi, ternyata banyak persepsi yang kurang tepat tentang dunia homeschooling. Sehingga membayangkan apa yang dilakukan dalam keseharian kami tak ubahnya seperti sekolah, hanya dipindahlokasikan ke rumah dengan orangtua sebagai guru tunggal atau mengambil guru dari luar.

Juga tentang kurikulum yang begitu banyak, bagaimana mengurainya dalam keseharian anak homeschooling. Terbayang, betapa sibuknya orangtua homeschooling sehingga akan kehabisan waktu untuk dirinya sendiri.

Aah…membayangkan itu semua, sungguh membuat homeschooling terasa menakutkan.

Atau ada anggapan lain. Yang merasa, tinggal memanggil guru saja dari luar. Anak-anak memiliki jadwal yang persis sama seperti di sekolah. Mereka duduk manis mendengarkan guru mereka menjelaskan tentang mata pelajaran, kemudian setelah selesai, mereka bubar dan bebas melakukan apa saja. Sementara, orangtua tinggal menunggu laporan dari guru tentang perkembangan anak-anaknya.

Oh, everyone would do that. It sounds fun, doesn’t it. Tapi realita nggak seindah itu juga, kawan.

Dulu, lika-liku perjalanan homeschooling belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Karena tidak ada yang pernah menceritakan kisah pengalaman mereka secara detil. Saya mungkin juga tidak bisa menceritakannya secara runut, namun setidaknya saya ingin berbagi. Sehingga, teman-teman yang akan atau baru memulai homeschooling bisa terbayang. Meskipun pada akhirnya setiap kisah pada akan berbeda. Tidak mengapa.

Dalam kondisi seperti itu akan banyak sekali pertanyaan yang berkecamuk dalam diri kita. Bingung kemana mau bertanya.

Oleh karena itu, kemudian ada satu ide yang muncul di benak saya. Kenapa tidak memulai kembali membuat satu tulisan berseri dan lebih lengkap tentang kisah perjalanan homeschooling kami dan segala hal seputar dunia pendidikan rumah bersama keluarga berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang masuk.

Maka, dimulai sejak hari ini, insyaallah saya akan menuliskan secara perlahan tentang dunia homeschooling kami kembali sejak awal memulai, lima tahun silam. Beberapa dari pembaca mungkin ada yang pernah membaca di tulisan-tulisan awal blog ini. Silakan boleh membaca dari mana saja.

Semoga saya bisa mewujudkan seluruh catatan ini secara lengkap. Silakan jika teman-teman akan mengajukan pertanyaan lewat komen. Insyaallah akan dijawab langsung ataupun melalui tulisan baru yang lebih lengkap.

Semoga teman-teman nggak bosan membaca cerita saya ya.

Berikut ini adalah daftar tulisan bagian pertama yang bisa teman-teman ikuti secara bertahap:

1. Apa Itu Homeschooling?

2. Beragam Persepsi Tentang Homeschooling

3. Homeschooling di Mata Anak-anak

4. Memahami Konsep dan Gagasan Homeschooling

5. Bagaimana KH Agus Salim Mendidik Anak-anaknya

Selamat membaca^^

Leave a Reply

Your email address will not be published.