Kenapa Anak Perlu Bereksperimen Sains?

At a glance

Anak saya seneng banget belajar segala hal yang berhubungan dengan alam dan bikin percobaan. Apa aja sering jadi bahan percobaan. Dan kalau begini, harus siap-siap rumah jadi kapal pecah. Becek, tepung dimana-mana, alat masak keluar semua dan bercampur sama alat pertukangan dan alat tulis. Gemes sih? Tapi katanya, justru yang kayak gini bikin anak pinter.

Emang bener? Saya pikir-pikir lagi, bukannya banyak subyek pelajaran yang lain yang tampaknya penting. Buktinya, di sekolah dari jaman SD sampai SMA mata pelajaran yang sifatnya teori yang utama. Ngapain sih repot-repot eksperimen segala.

Nah, kegalauan saya bertambah ketika kami mulai homeschooling. Kebayang dong, selama 24 jam anak-anak ada di rumah. Bakal seperti apa kalau sehari-hari mereka bikin eksperimen terus-menerus.

Kegalauan saya ini ternyata beralasan, karena memang eksperimen sains menjadi salah satu subyek utama yang bakal kami lakukan. Dan memang disanalah minat mereka. Maka saya pun cari tahu, apa pentingnya anak-anak belajar sains.

Menurut pendapat beberapa orang yang pernah terjun ke dunia science dan pendidikan, manfaat eksperimen sains antara lain:

  1. Anak-anak secara alami punya rasa ingin tahu yang besar. Eksperimen bisa membantu memuaskan rasa ingin tahu mereka dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, seperti “Kenapa langit berwarna biru?” atau “Kenapa biji pinus jatuh ke tanah?” (Wendy Stacey).
  2. Eksperimen sains mengajarkan anak ilmu tentang kehidupan yang terjadi di kesehariannya. Saat bereksperimen, biasanya anak akan dilibatkan dalam diskusi. Dari sana mereka belajar berpendapat dan mendengar. Juga anak-anak belajar tentang kesabaran, karena bisa jadi mereka harus menunggu hasil eksperimen mereka (Kevin Squires).
  3. Melatih sikap konsisten, problem solving dan researching. Selain itu, bisa juga melatih anak untuk mengemukakan buah pikirannya sendiri, bukan menerima buah pemikiran orang lain begitu saja (Camille Thomson).
  4. Membantu anak belajar dan membuat hipotesis tentang hal-hal yang terjadi sebelum dan sesudah tindakan percobaan. Mereka mengetahui bahwa tiap peristiwa membutuhkan proses dan waktu. Ketika terjadi kegagalan, mereka mau mencobanya kembali (Kevin Squires).
  5. Mengajarkan anak tentang bagaimana kejadian alam bisa terjadi, seperti bagaimana gunung berapi meletus, dsb. Memunculkan ide-ide baru dan merangsang kemampuan anak untuk mencari penyelesaian terhadap permasalahan (Kevin Squires).
  6. Sains adalah pekerjaan masa depan, karena banyak lapangan pekerjaan yang melibatkan sains (Camille Thomson).

Nah, kira-kira begitu deh. Banyak banget, ya manfaat anak-anak dengan belajar dan bereksperimen. Dan yang nggak kalah penting juga, bagaimana ikatan orang tua dan anak akan semakin erat.

Anak-anak belajar sains tidak melulu untuk memenuhi target nilai Ilmu Pengetahuan Alamnya, tapi juga bisa mencakup pendidikan karakter tentang merangsang rasa ingin tahu, berani mencoba, memecahkan masalah, melatih kesabaran dan berani mengemukakan pendapat.

So, saya harus rela rumah dikotor-kotori terus buat acara percobaan dooong ;->.

*sumber utama tulisan: www.schoolatoz.nsw.edu.au

 

3 thoughts on “Kenapa Anak Perlu Bereksperimen Sains?

  1. Subhanalloh… salut sekali!
    saya sering membayangkan kapan bisa konsisten bersama anak-anak untuk belajar dan bereksperimen. saya seorang guru, but… saya masih berupaya agar anak-anak lebih banyak belajar di rumah. bukankah ibu adalah sekolah pertamanya?
    menurut mbak Anne, bagaimankah homeschooling yang bisa saya lakukan secara konsisten?

    1. Saya punya bbrp teman yg juga guru/dosen dan anak2 mereka homeschooling. Subhanallah, mereka bisa membagi waktu. Saran saya, ikut komunitas hs mbak. Disana kita akan dpt banyak sekali pencerahan dan saling berbagi utk menguatkan komitmen. Semangat mb hasanah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.