Liburan Seru ala Homeschooler

Holiday is in the air. Seru banget deh lihat foto-foto teman-teman liburan. Banyak tempat-tempat wisata yang ternyata belum pernah saya kunjungi. Dan tentu sajaaaa, bikin mupeng *lalu menghitung receh tabungan*.

Liburan kali ini memang spesial, karena sepertinya anak sekolah bisa libur panjang sampai beberapa minggu lamanya. Tapi kadang, libur yang kelamaan juga bikin galau. Saya jadi ingat seorang teman yang tanya kegiatan anak-anak homeschool gimana. Tujuannya buat cari ide supaya anak-anaknya bisa liburan seru ala homeschooler.

liburan-seru

Kok, homeschooler sih? Mungkin karena homeschooler kan biasa menghabiskan banyak waktu di rumah, ya.

Sementara, traveling kan biasanya dihabiskan paling lama seminggu. Sisanya, yang masih seminggu atau dua minggu lagi stay di rumah aja. Lagipula, ternyata nggak semua keluarga juga punya kesempatan berlibur ke tempat wisata. Sebagian besarnya memang harus “jaga gawang”.

Waktu anak-anak saya sekolah, saya juga pernah ngalamin galau cari kegiatan supaya anak-anak betah dan ujung-ujungnya nggak main gadget aja atau nonton tv. Dan saya akhirnya cari solusi dengan membuat holiday homeschooling (baca tulisan: Liburan Bebas Bete).

Kini setelah menjadi homeschooler atau kami lebih menyebutnya life without school, keseharian anak-anak memang lebih banyak di rumah. Jadi berada di rumah all day sudah biasa. Nah, aktivitas-aktivitas di bawah ini merupakan kegiatan rutin kami para homeschooler, yang mungkin bisa diadaptasi untuk mengisi liburan anak-anak sekolah.

Kegiatan yang bisa dilakukan untuk membuat liburan seru ala homeschooler:

 

  1. Memperkuat bonding anak dan orang tua.

Saat anak-anak sekolah, waktu dan energi mereka paling banyak dicurahkan pada aktivitas sekolah. Rumah adalah tempat istirahat dan membuat PR. Kadang kita, para orang tua, kangeeen banget memeluk mereka seharian. Dan anak-anak juga seperti itu, kangen bersama orang tuanya sepanjang hari.

Liburan merupakan momen yang tepat untuk memperkuat bonding dan memanfaatkan interaksi yang erat antara orang tua dan anak. Caranya dengan melakukan kegiatan bareng.

Yang dimaksud kegiatan bareng ini adalah kegiatan yang melibatkan interaksi bersama, bukan seperti nonton bareng atau baca bareng dimana anak dan ortu sebenarnya tetap sibuk masing-masing.

Contoh kegiatannya misalnya, memasak bersama, read aloud (membaca dengan suara keras, dimana salah satunya mendengarkan yang lain), story telling atau membuat craft.

  1. Menggali minat dan bakat anak.

Pengalaman saat saya sekolah dulu, saya terlalu sibuk dengan urusan sekolah sehingga melupakan hal-hal yang sebenarnya saya minati, seperti baca buku cerita, menggambar atau membuat craft. Nah, bisa jadi anak-anak kita juga begitu. Momen liburan bisa kita manfaatkan dengan beraktifitas sesuai minat dan bakat anak. Seru-seruan tanpa anak merasa terbebani oleh kewajiban. Siapa tahu kita ternyata menemukan bakat anak yang selama ini belum tereksplor dan bisa dijadikan bekal masa depan mereka.

Kalau anak-anak punya hobby bereksperimen sains, bisa ikuti ide saya dalam tulisan Yuk, Bereksperimen Sains di Rumah.

3. Travelschooling.

Travelschooling yang saya pahami bukanlah tentang traveling sambil belajar serius. Bukan pula tentang mengunjungi tempat wisata. Melainkan tentang melakukan perjalanan kemana saja, yang seru tapi tetap membawa misi belajar. Misalnya dengan mengunjungi saudara dan kerabat. Disini anak-anak bisa belajar tentang adab bertamu. Oya, tentang travelschooling pernah saya tulis juga di tulisan: Travelschooling, Apaan Tuh?

  1. Kerja bakti dan melakukan chores.

Mengerjakan pekerjaan rumah bisa jadi hal yang paling menyebalkan buat anak-anak. Tapi kalau kita bisa mengondisikannya menjadi kegiatan seru, anak-anak pasti suka. Misalnya sambil membereskan mainan, anak-anak diajak bermain TREASURE HUNT. Orang tua menyembunyikan barang favorit anak, lalu si anak diminta mencari sambil meletakkan barang-barang sesuai urutannya. Hasilnya, mainan mereka jadi rapi, kan?

  1. Tour the talent.

Ini adalah kegiatan menyenangkan sekaligus proses belajar yang seru. Sambil liburan, anak-anak bisa diajak mengunjungi orang-orang hebat/kreatif atau berdedikasi pada pekerjaannya. Misalnya mendatangi ustadz yang keluarganya penghafal Al Qur’an. Kemudian anak-anak diajak berkenalan dan menyelami kehidupan mereka. Lewat aktifitas ini, diharapkan anak-anak terinspirasi dan semangat untuk menghafal Al Qur’an.

Bisa juga mengunjungi orang yang berprofesi tertentu, mengenal kehidupannya dan melihat mereka bekerja dari dekat.

  1. Social service.

Misalnya bergabung dengan kegiatan sosial di sekitar rumah, membantu tetangga atau keluarga yang sakit. Atau bisa juga aktif di kegiatan masjid (remaja masjid) atau bersama keluarga membuat project menebar shodaqoh ke tetangga yang kurang mampu.

  1. Entrepreneur sederhana.

Anak-anak biasanya senang berjualan lho. Kenapa nggak, kita menchallenge mereka untuk berkarya dan memasarkan hasil karyanya pada saudara dekat atau teman-teman sekitar rumah. Jadi, ketika liburan usai, tabungan mereka bertambah.

  1. Mencoba laboratorium alam.

Ya, alam sesungguhnya adalah laboratorium dan ruang kelas yang paling besar dan lengkap. Lewat alam, siapapun bisa belajar mudah dan murah. Bekalnya tentu dengan membaca, lalu buka pintu rumah lebar-lebar dan langkahkan kaki ke luar sambil melihat sekitar kita. Banyak sekali yang bisa kita nikmati dan pelajari di sana.

Saya punya beberapa ide tentang apa saja yang bisa dilakukan di alam bersama anak-anak dalam tulisan Outdoor Activity Ideas.

 

Kegiatan-kegiatan di atas memang nggak seluruhnya full dilakukan di rumah, karena sebagian adalah kegiatan outdoor. Namun, semua bisa disesuaikan dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Kalau anak-anak kita ternyata hobinya beraktifias indoor, bisa dengan memasak bersama, story teling, membuat craft, membereskan rumah, dan sebagainya.

Kalau ada kesempatan untuk keluar rumah, tidak perlu jauh-jauh. Cukup ke teras rumah sambil menatap bintang (ini ada di postingan Outdoor Activity for Kids), atau mencari ulat untuk dipelihara (baca: Memelihara Ulat).

Yang pasti keseruan beraktiftas bersama anak adalah sesuatu yang sangat berharga dan priceless. Kalau anak-anak happy, kita para orang tua juga pasti happy.

So, selamat menghabiskan liburan seru, ya.

 

 

6 thoughts on “Liburan Seru ala Homeschooler

Leave a Reply

Your email address will not be published.