Mengajarkan Anak Shalat (+Ibadah Checklist Printable)

mengajarkan anak shalatSaya merasakan sebuah tantangan tersendiri dalam mengajarkan anak shalat ketika sudah menjadi homeschooler, dimana program pendidikan anak dipegang sepenuhnya oleh keluarga. Karena sebelumnya, Naufal pernah menjalani pendidikan formal di kelas 1 dan dia mendapatkan ilmu tentang shalat lebih banyak di sekolah. Di rumah, kami tinggal mensinergikan pendidikan ini dan menerapkannya dalam keseharian selama mereka berada di rumah. Sisanya, sekolah yang memegang.

Kemudian, ketika menjadi keluarga Hser, semua urusan termasuk shalat adalah tanggung jawab orangtua. Mulai dari konsistensi mendirikan shalat pada waktunya, mengajarkan adab yang benar, bacaan-bacaan sholatnya, hafalan surat Al Qur’an dan yang paling penting adalah membuat anak-anak paham kenapa muslim harus mendirikan shalat.

Ini adalah proses yang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak selesai dalam hitungan bulan, namun perlu konsistensi dan contoh dari orangtuanya. Satu hal yang masih menjadi PR besar kami adalah mendirikan shalat tepat saat adzan terdengar, masalahnya adzan tidak terdengar di rumah kami. Hanya berbekal suara dari aplikasilah, panggilan shalat ini hadir.

Satu kesulitan yang sempat saya temui dalam mengajarkan anak shalat ini adalah, mengajarkan bacaan shalatnya. Karena Naufal sempat mengalami sekolah, dia menghafalkan semua bacaan shalat bersama gurunya di sekolah. Sedangkan Kayyisha yang belum pernah sekolah formal di Indonesia, tidak mengalami. Artinya, saya yang harus mengajarkan. Ini tantangan besar saya dalam proses mengajarkan shalat.

Untuk pembiasaan dan sebagainya, saya melewati beberapa step yang dilakukan sejak anak-anak ada di usia toddler.

Tahapan-tahapan mengajarkan anak shalat tersebut kurang lebih demikian:

Shalat di hadapan anak

Ketika usia anak-anak masih toddler, biasanya saya melakukan shalat di hadapan anak-anak. Mereka kemudian melihat dan lama-lama mulai menirukan gerakan shalat yang saya lakukan. Melihat gaya shalat anak usia toddler ini lucu dan menggemaskan.

Mengajak Ikuti Gerakan Shalat

Ketika anak-anak sudah mulai bisa bergerak mengikuti gerakan shalat yang benar, saya mulai mengajaknya bersama-sama. Dulu, Naufal suka marah kalau saya lupa mengajaknya. Kadang saya maunya cepat-cepat dan malas harus rempong dulu mengurus dia.

Tapi ternyata, dari sini termasuk usia kritis yang membuat anak terbiasa melakukan shalat. Di usia pra sekolah anak-anak mulai suka rutinitas dan senang melakukan kegiatan bersama-sama orangtuanya.

Mengeraskan Bacaan

Ini akhirnya adalah salah satu teknik yang saya pakai untuk mengajarkan bacaan shalat, sambil diulang-ulang di luar waktu shalat sedikit demi sedikit. Biasanya saya mengeraskan bacaan ini saat shalat dhuha. Ini semacam stimulasi agar menggunakan indera pendengarannya untuk menyerap bacaan.

Ternyata, tidak hanya bacaan shalat. Hafalan Al Qur’an pun bisa dilakukan dengan cara ini. Anak-anak cukup diperdengarkan secara rutin sehingga familiar dengan lagam dan lafalnya. Sebagaimana menghafalkan lagu.

Saya sih nggak menargetkan agar anak bisa menghafal dengan cepat. Nggak mengapa prosesnya lambat, asalkan konsisten dan anak nggak merasa terpaksa.

Dulu Naufal sudah bisa menghafal semua bacaan di usia 6 tahun (kelas 1). Sedangkan Kayyisha baru mulai menghafalkannya di usia 7 tahun dan sekarangpun masih struggling menghafalkan doa tahiyyat akhir.

Diskusi dan Dongeng tentang Shalat

Saya sering mengajak anak ngobrol santai tentang bahasan Islam dengan cara yang nggak formal. Sambil leyeh-leyeh di kasur bareng, kami membahas tentang pentingnya shalat dan pentingnya amalan-amalan lainnya. Kadang juga menjelaskannya lewat dongeng sebelum tidur.

Memberi Tantangan

Salah satu cara memberi tantangan di sini adalah dengan membuat checklist yang harus diisi setiap hari seusai shalat. Nantinya akan ada konsekuensi atas hasil checklist ini. Kalau hasilnya bagus, Kayyisha akan saya beri kejutan. Tapi nggak ada punishment ya. Karena hukuman khawatirnya akan membuat anak malah berat menjalankan shalat.

Saya menyediakan checklist yang bisa didownload gratis di akhir postingan ini. Silakan download dan print masing-masing ya.

daily ibadah cover

 

Terus Mengingatkan

Terkadang muncul rasa bosan mengingatkan anak-anak untuk shalat. Tapi kemudian, ada satu momen ketika Naufal ditanya oleh seseorang, “Sebutkan satu hal yang selalu dikatakan ibumu?” Naufal menjawab, “Mengingatkan shalat.”

Dari sini saya berkesimpulan, jangan malas dan bosan untuk mengingatkan kalau anak kita lupa shalat. Karena ini akan menjadi amal baik kita dan menjadi kalimat mutiara yang insya Allah akan diingat oleh anak-anak hingga dewasa kelak.

Mendidik anak untuk melakukan sesuatu dengan konsisten memang butuh perjuangan. Saya masih berada di tengah perjuangan ini dan masih jatuh bangun untuk konsisten, baik dalam memperbaiki ibadah diri sendiri dan mengajak keluarga untuk semakin baik.

Tapi bukankah di tangan kitalah pendidikan utama anak-anak diperoleh. Al-uumu madrasatul uula, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Siap atau nggak, kita diamanahkan untuk menjadi madrasah pertama anak-anak kita. Semoga Allah memampukan kita dalam mengajarkan anak shalat ini.

Selanjutnya silakan mengunduh printable checklist shalat wajib di sini:

DOWNLOAD PRINTABLE CHECKLIST

 

7 thoughts on “Mengajarkan Anak Shalat (+Ibadah Checklist Printable)

  1. thanks sharingnya teh. Memberi tantangan dengan checklist memang belum pernah saya coba, yang lain2 insya Allah sudah. Yang paling sering tentu aja yang terakhir : mengingatkan. Kadang heran dan bertanya dlm hati : kapan anak2 ini mau sholat tepat waktu tanpa pake acara diingetin dulu? Tapi, mungkin di situ ujian untuk ortu ya, mau istiqomah utk selalu ngingetin or kibar bendera putih tanda nyerah

  2. Terimakasih mba Anne share nya..
    sedang mulai mengajarkan anak2 sholat juga..
    Qeela Anya sudah mulai mengikuti gerakan sholat, tapi kemudian emaknya bingung bagaimana memulai mengajarkan bacaannya..
    jadi ada sedikit gambaran setelah baca share mba Anne ini..
    makasih ya mbaa ^^

  3. Alhamdulillah…
    terima kasih share nya mbak…
    semoga jadi salah satu ikhtiar kita agar anak2 selalu menegakkan sholat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *