Ofest, Ketika Orangtua Belajar Melepas Anak-anaknya

ofestKalau sebuah event dimanage oleh orang dewasa, rasanya banyak ya. Tapi Ofest (Oase Festival) ini digagas dan dirancang oleh anak-anak yang baru beranjak dewasa, rentang usianya antara 11-16 tahun. Ada yang baru lulus ujian Paket A dan ada yang sedang mempersiapkan ujian Paket C.

Mereka adalah anak-anak dari Klub Oase yang menamakan diri Oase Eksplorer. Sebelumnya, di akhir tahun lalu, ada 17 anak Oase Eksplorer yang melakukan eksplorasi dengan tema makanan ke sejumlah tempat. Tempat akhirnya adalah Bandung dan Yogyakarta.

Menjadi salah satu target anak-anak ini untuk sharing perjalanan mereka yang penuh tantangan namun juga menginspirasi. Dan momen sharing ini akan menjadi salah satu agenda Ofest, tanggal 16 September 2017 nanti.

Persiapan Ofest

Sudah sejak awal term Pramuka Oase ini dimulai, anak-anak mempersiapkan event Ofest. Mereka tentu nggak sendiri juga, tapi ada beberapa kakak mentor (yaitu para orangtua juga) yang membimbing. Namun, semua ide dan eksekusi dijalankan oleh mereka. Mulai dari menentukan tema acara, mencari venue kegiatan, membuat promosi berupa poster, infografis, media sosial dan web, mencari hadiah, mencari narasumber, menyusun konsumsi dan tentu saja merumuskan detil acara.

video ofest
salah satu momen pengambilan video

Disini orangtua berperan sebagai reminder ketika pekerjaan mereka sudah masuk tenggat waktu.

Mereka kadang berkumpul untuk melakukan persiapan dalam beberapa hari berturut-turut, terutama saat membuat video dan menyusun persiapan promosi. Bahkan beberapa orangtua ada yang ikut lari-lari mendampingi mereka yang geraknya serba cepat.

Materi infografis dan video bisa disimak di bawah yaa.

poster ofest

 

Ada Apa Saja di Ofest?

  1. Sharing Session-nya Oase Eksplorer

Disinilah anak-anak yang pernah ikut perjalanan eksplorasi akan sharing pengalaman mereka. Ada 11 anak yang akan melakukan presentasi ala Kucha Pecha on stage.

oase eksploreroase eksplorer

  1. Drama Musikal

Pengisi acara drama musikal ini ada dua. Yang pertama adalah anak-anak yang tergabung dalam Pramuka siaga (usia 7-10 tahun). Yang kedua adalah anak-anak Oase Junior yaitu adik-adik kecil usia 4-6 tahun. Tema drama musikal mereka adalah Lautku Bersih dan Penyu Raja Kelana.

 

  1. Sharing Session-nya Orang tua Praktisi HS

Disini akan ada sessi tentang seluk beluk dunia HS. Bagi para Hsers wanna be atau yang baru memulai, silakan bergabung bersama mereka. Akan ada Aar Sumardiono dan Raken Asri Mada Lestari yang sharing, dipandu oleh Irma Nugraha sebagai moderator

 

  1. Workshop Fotografi

Workshop ini boleh diisi oleh anak dan orangtua. Silakan bagi yang berminat. Pementornya adalah seorang fotografer profesional yang malang melintang di dunia fotografi sangat lama. Namanya Kak Rian Ridha Arianta.

 

  1. Workshop Komik Strip

Nah, ini dia yang tidak kalah seru, workshop membuat komik strip. Ayo cepat daftar, kuotanya hanya 30 orang.

 

  1. Boardgame Corner

Anak-anak Oase Eksplorer ini juga mendirikan sebuah komunitas Boardgame, sebuah tempat dimana mereka bisa belajar dan bermain, serta melatih kekompakan, komunikasi dan bekerja sama. Permainan dengan boardgame nggak hanya seru, tapi mendidik. Di event Ofest, akan ada boardgame corner yang siap sepanjang hari.

 

Saatnya Anak-anak Mengambil Alih Acara

Sudah dua kali, Klub Oase mengadakan event Bincang Seru Homeschooling (Binser) yaitu di tahun 2015 dan 2016. Tahun ini, giliran anak-anak yang menjadi panitia acara. Ada saatnya regenerasi mulai dilakukan. Apalagi anak-anak sudah beranjak remaja, mereka sudah bisa belajar bertanggung jawab dalam amanah yang lebih besar.

Sebenarnya, Ofest ini digelar dalam rangka Fund Raising. Di akhir tahun nanti, anak-anak Oase Eksplorer akan melakukan eksplorasinya yang kedua ke area pantai, tanpa orang tua dan dengan rancangan acara mereka sendiri. Namun, sebagai tanggung jawabnya, mereka harus mencari dana sendiri. Tidak lagi menggunakan dana orangtua dan ada laporan-laporan yang harus mereka sampaikan di akhir kegiatan nanti.

Seperti Oase Eksplorasi sebelumnya, anak-anak membuat tulisan hasil perjalanan mereka, membuat video dan melakukan presentasi. Hal ini akan mereka lakukan juga pasca perjalanan eksplorasi mereka nanti.

Rasanya campur aduk melihat proses mereka belajar di sini. Nggak menyangka, anak-anak sudah semakin besar. Menemani mereka sehari-hari selama 24/7 itu nggak terasa ya. Banyak roller coasternya. Dan kini sudah sampai pada satu titik dimana para anak sudah melepas dari keterikatan dengan orangtua, mandiri dan menentukan mana yang terbaik buat mereka.

Satu PR buat kami, menjada konsistensi ibadah mereka, terus memperbarui akidah dan bonding mereka dengan zat yang memberikan kehidupan. Pelan-pelan ikatan orangtua kepada anak akan terulur, kami hanya bisa memegang ujungnya. Namun mereka yang memegang kendali kemana langkah mereka akan menuju.

Terus berjuang yaa anak-anakku. Satu hal, akhirnya kami ngeh juga kalau ternyata umur kami nggak sedikit lagi =D.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.