Ramadhan Pertama Kayyisha

mobavatar
credit

Berbeda dengan kakaknya, Naufal, yang nggak terlalu doyan makan, Kayyisha hampir nggak pernah mengalami fase mogok makan kronis. Bahkan dalam kondisi sakit pun, dia tetap lahap makan.

Sempat ada obrolan saya dengan suami, tentang kemungkinan sulit mengajarkan Kayyisha puasa karena dia doyan ngemil. Sementara pengalaman mengajak Naufal puasa itu gampaaaang banget. Dia malah senang karena nggak ada yang menyuruh makan.

Tahun ini, saya mulai mengajarkan Kayyisha puasa serius. Umurnya sudah 6 tahun, sudah cukup paham makna-makna puasa yang saya ajarkan. Pun, dia sudah bisa bangun sahur dan makan dengan cepat.

Pada tahun sebelumnya, saya juga beberapa kali mengajak dia sahur. Namun susah mengondisikan dia untuk puasa. Karena tahun lalu kami masih berada di Australia. Anak-anak sekolah di SD Negeri, dimana memang hanya mereka berdua yang muslim. Membiarkan anak-anak tidak makan saat jam makan, akan membuat masalah buat kami. Dianggap menyiksa anak. Terlebih di usia Kayyisha saat itu. Kalau Naufal sih bisa puasa, dengan informasi selengkap-lengkapnya ke pihak sekolah sebelumnya.

Jadi ya sudahlah, nggak apa. Kayyisha baru belajar bangun sahur aja, sambil diberi pemahaman sedikit demi sedikit.

Alhamdulillah, Ramadhan tahun ini kami sudah kembali ke tanah air. Ramadhan kami menjadi spesial, terutama buat Kayyisha. Ini adalah momen pertamanya menjalankan puasa.

Hari pertama sampai kedua, dia cuma bisa tahan sampai waktu dzuhur (sekitar jam 1 siang). Hari ketiga sebenarnya dia kuat lebih lama. Tapi karena akan les balet, saya minta dia makan siang, khawatir lemas.

Hari keempat, dia berniat puasa penuh. Dan, berhasil. Meski sempat tergoda minum Yoghurt gara-gara saya buka kulkas siang-siang, tapi dia kuat menahan lapar dan haus, dengan tetap beraktivitas normal – beraktivitas  homeschoolingnya, masuk les Inggris dan menunggui Naufal les robotik.

Ternyata kekhawatiran saya dan suami di awal, nggak terbukti. Dengan pemahaman dan penjelasan tentang makna puasa, Kayyisha dengan senang hati menjalankannya, tanpa diminta. Dan ini menjadi kebahagiaan besar untuk saya dan suami.

Momen buka puasa sangat dia nikmati, meski dia harus buka puasa di tempat les. Setelah sampai di rumah, barulah keluar semua nafsu makan yang seharian dia tahan. Bahkan sepulang dari masjid, dia lanjut makan :D.

Saya berharap semoga Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan pertamanya yang berkesan.^^

Tangerang, 4 Ramadhan 1435 H

2 thoughts on “Ramadhan Pertama Kayyisha

Leave a Reply

Your email address will not be published.