Reading Challenge

Salah satu program pendidikan di mata pelajaran Literacy di Australia adalah membaca. Di sekolahnya dulu, anak-anak saya diberi challenge untuk menyelesaikan minimal 15-20 buku dalam dua bulan untuk dibaca. Mereka harus mengisi form judul-judul buku yang telah mereka baca dan jika berhasil menyelesaikan tantangan ini akan mendapat sertifikat.

Challenge lainnya adalah berupa award sebagai dragon reader. Ada beberapa tingkatan Dragon Reader yang bisa dikejar oleh anak-anak. Saya tidak begitu ingat persisnya, hanya garis besarnya saja. Jadi ada beberapa tingkatan dragon reader.

Misalnya, Yellow Dragon akan diberikan pada anak yang berhasil membaca selama 250 menit, Pink Dragon bagi anak yang membaca selama 500 menit, Red Dragon bagi anak yang membaca 1000 menit, dan seterusnya sampai memperoleh Black Dragon, yaitu berhasil membaca selama 100.000 menit.

Anjuran ini berlaku pada tiap anak, tanpa paksaan namun jika berhasil, mereka akan diberi reward. Para orang tua juga diberi arahan tentang pentingnya membaca. Dalam setiap harinya, anak-anak diharapkan membaca paling sedikit 10 menit. Dan jika mereka masih ada di Prep Class dan First Grade yang belum lancar membaca, boleh orang tua yang membacakan.

photo (1)

Nah, sejak kami memulai homeschool Januari lalu, program ini menjadi salah satu target kami untuk melanjutkan kebiasaan baik membaca buku. Namun karena satu dan beberapa hal, kami belum bisa menjalankannya. Dan, akhirnya baru pada bulan Mei ini kami mulai mencoba kembali membuat reading challenge.

Program ini dibuat untuk bulan Juni dan Juli 2014. Selama dua bulan, masing-masing dari kami membuat target jumlah buku yang akan dibaca.

Saya menargetkan membaca 10 buku. Nah, ini tantangan besar banget, karena akhir-akhir ini frekuensi membaca saya mengkhawatirkan. Di Goodreads Indonesia, saya sebenarnya sudah mengikuti Reading Challenge dengan target 30 buku selama setahun. Jumlah ini sedikit, kalau dibandingkan target temen-temen saya yang mencapai 50-100 buku.

Naufal menargetkan membaca 30 buku dalam dua bulan itu. Namun, karena buku-bukunya di rumah sudah habis dibaca, ini jadi tantangan baru buat ortunya. Beli buku baru buat dia *lemes deh*.

Sedangkan Kayyisha belum begitu lancar membaca. Dia masih boleh dibacakan cerita atau membaca cerita-cerita pendek aja. Targetnya membaca minimal 10 cerita.

Nah, nanti jika ada yang berhasil, akan disediakan sertifikat. Khusus buat anak-anak aja tentunya. Emaknya mah nggak usah lah, hehehe.

Buat kami, membaca adalah salah satu hal penting dalam aktifitas keseharian. Tantangan ini mudah-mudahan membuat kami makin semangat berinteraksi dengan buku.

Leave a Reply

Your email address will not be published.