Travelschooling ke D’Kandang Amazing Farm Depok

d'kandang amazing farmAnak siapa yang senang main ke farm? Saya langsung tunjuk tangan. Rasanya hampir semua anak senang kalau diajak melihat hewan, apalagi diperbolehkan memegangnya.

Naufal dan Kayyisha adalah pecinta hewan. Keduanya punya cara masing-masing dalam menyukai hewan.

Naufal, dengan style-nya yang scientist senang membaca segala hal tentang hewan. Banyak sekali buku-buku yang dia koleksi sejak usianya 5 tahun. Awalnya sih, dia pecinta dinosaurus. Tapi seiring dengan keingintahuannya yang semakin luas, dia banyak membaca tentang beragam hewan terutama hewan-hewan yang unik.

Kayyisha dengan hospitality-nya merupakan penyayang binatang. Dia sering membawa makanan kucing kemanapun dia pergi, sehingga ketika menemukan kucing liar dia bisa memberinya makanan. Ini pernah saya ceritakan dalam tulisan Kayyisha dan Passionnya di Dunia Hewan.

Dia sangat menyukai kucing, yang bahkan bisa mempengaruhi saya dan saya tidak lagi punya fobia kucing.

Tak jarang, mereka mengajak kami mengunjungi kebun binatang, farm dimana mereka bisa menyentuh dan berinteraksi dengan hewan. Dalam tulisan Petting Zoo, Arena Bagi Pecinta Hewan ini ada banyak taman hewan yang pernah kami kunjungi baik di Indonesia maupun luar Indonesia.

Salah satu tempat baru yang kami kunjungi untuk menyaksikan hewan lebih dekat adalah mengunjungi D’Kandang. Lokasinya dekat, di tengah kota Depok. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh ke Lembang dan Bandung untuk mengunjungi Farm (kalau berdomisili di Jabodetabek ya). Oya, sebelumnya kami juga pernah mengunjungi Branchsto, sebuah ranch dan resto dimana anak-anak bisa melihat kandang kuda, menunggangi dan latihan memanah.

outbond

D’Kandang Amazing Farm, Kandang Luas di Tengah Kota

D’Kandang ini mempunyai area farm yang cukup luas dan sangat seru. Dengan harga yang tidak terlalu mahal, anak-anak bisa bereksplorasi melihat beragam kandang hewan, memberi makan dan menyentuh mereka.

Harga tiket masuk ke D’Kandang ini tidak mahal, kita hanya perlu membayar Rp 18.000/ orang atau Rp 35.000/0rg plus topi lapangan.

Setelah membayar tiket masuk, kita akan mendapat welcome drink berupa yoghurt/susu murni/puding. Begitu melewati gerbangnya, kita bisa melihat sebuah lapangan luas, yang di sisinya ada tempat jajanan. Iya, baru datang sudah langsung tergoda jajanan dong ya ?. Di sini ada satu area yang dijadikan arena memanah.

Latihan memanah ini bukan hanya sekedar fun lho, tapi banyak manfaatnya. Baca deh Memanah, Bukan Hanya Melepaskan Anak Panah. Memanah merupakan salah satu cabang olahraga yang bisa memberikan character building. Character building pastinya salah satu unsur penting dalam pendidikan anak-anak kita, bukan? Di D’Kandang baik anak dan dewasa bisa latihan memanah.

Baca: Pendidikan Karakter Anak, Pentingkah?

Di seberangnya, ada sebuah rumah pohon yang bisa dimasuki anak-anak. Saya tertarik sekali melihat rumah pohon ini, karena bisa dinaiki oleh anak-anak hingga ke atas, melalui tangga vertikal. Tentunya ini bagus untuk melatih kekuatan dan keberanian fisik.

flying fox

Sebelum masuk ke kandang hewan, saya mengajak anak-anak untuk ke area outbond dahulu. Di sini, tersedia arena untuk flying fox, high rope games (spider web, spider net, burma bridge, V bridge), low rope games (merayap, tiarap, bambu titian, tak tik boom, pipa bocor, back ball, estafet ball) dan ATV.

Suami dan anak-anak mencoba permainan ATV dengan perlu membayar Rp 30.000 saja untuk dua putaran. Kalau ingin mencoba flying fox-nya, kita cukup membayar seharga Rp 20.000 saja.

atv

Petting Zoo, Arena Favorit Anak-anak

Petting zoo selalu memberikan keceriaan sendiri bagi Naufal dan Kayyisha. Sebagai pecinta hewan, biasanya mereka tidak hanya melihat, tapi mengelus dan memeriksa kondisi hewan-hewan ini. Apalagi Kayyisha yang bercita-cita ingin jadi dokter hewan, feeling-nya sangat kuat kalau ada hewan yang kondisinya kurang baik.

Pertama, kami mengunjungi peternakan kambing. Yang unik, D’Kandang punya beberapa ekor jenis kambing Etawa yang bertubuh besar. Karakteristiknya berbeda dari kambing lokal. Hanya saja kambing ini bau sekali. Saya tidak tahan dekat-dekat.

Disini banyak sekali anak-anak kambing yang berkeliaran, dan kita bisa bebas menyentuh serta menggendongnya. Kalau ingin lebih akrab, kita bisa membeli seember makanan dan sebotol susu yang bisa diberikan pada mereka. Ada banyak rumput-rumput yang juga bisa kita berikan pada kambing, tanpa harus membayar.

Anak-anak kambing ini sangat jinak dan saling berebut kalau ada anak yang membawa botol susu. Mereka bisa mengerumuni bahkan menaiki badan anak kita supaya kebagian jatah susu. Lucu banget deh.

 

Selain peternakan kambing, di D’Kandang ada juga chickenology room dimana anak-anak bukan hanya melihat peternakan hewan tapi juga belajar tentang bagaimana beternak ayam, karena ayam membutuhkan treatment khusus. Ada juga peternakan bebek, sapi dan kuda.

Ada satu area luas dimana terdapat beberapa jenis hewan, anak-anak bisa membeli sekeranjang makanan untuk diberikan pada hewan di sini yang terdiri dari kelinci, marmut, kerbau albino, kambing, domba, bebek, ayam dan sapi.

Hanya sayang, hewan-hewan di sini sepertinya tidak terawat dengan baik kesehatannya. Sehingga kami melihat banyak hewan yang sakit kulit (kulitnya berjamur, terkena scabies, bulunya rusak/rontok, luka bernanah dsb) namun tidak mendapat treatment. Seharusnya ada dokter hewan yang memberi perawatan sehingga penyakit kulit pada hewan-hewan ini bisa disembuhkan dan dicegah penularannya kepada hewan lain.

Pastinya anak-anak sedih melihat kondisi mereka.

Kami tidak kuat lama-lama berada di sini, lalu kami berpindah tempat menuju kandang sapi. Ternyata di kandang sapi ini anak-anak bisa belajar memerah sapi juga lho. Seru kan? Tidak hanya memerah sapi, mereka juga bisa memandikan kerbau dan menangkap ikan sambil main lumpur. Jadi jangan lupa bawa baju ganti ya.

Untuk bercocok tanam, anak-anak bisa mendapatkan pelatihan hydroponik dan memanen sayur-sayuran. Ada sebuah saung yang dikhususkan sebagai area craft, dimana anak-anak bisa membuat telur asin, membuat tanah liat, melukis layang-layang, melukis topi caping, membuat boneka potty, membuat kokedama dan melukis kaos.

Sebagai fasilitas ekstra, D’Kandang menyediakan sarana bagi anak-anak untuk belajar dan mengenal tentang taman vertikal, kolam penjernihan air, sawah, urban farming, sayur organik, tanaman buah, tanaman hias, apotek hidup, pupuk/kompos dan lain-lain.

Banyak sekali ya. Yang saya suka, di berbagai area disediakan wastafel cukup banyak. Jadi tidak usah khawatir tangan anak-anak kotor, karena mereka bisa langsung cuci tangan memakai sabun setelah bermain.

D’Kandang Amazing Farm ini berlokasi di Jl. Penarikan (Perum PGRI) RT 007/002 Pasir Putih, Sawangan Depok Jawa Barat. Buka setiap hari, kecuali hari Jum’at dari jam 09.00 – 16.00.

 

11 thoughts on “Travelschooling ke D’Kandang Amazing Farm Depok

  1. euh salut sama yang bisa HS.. aku baru nyobain hs usia dini buat anak pertama, tapi tantangannya luar biasaa.. hoho..

    tapi bagian yang serunya itu kayak field trip gini ya mba. semua keluarga bisa ikut terlibat.

    btw pake font apa mba? cakeup enak dbaca, hehe

    1. Iya mbak, seru jalan-jalannya. Hehehe.
      Pakai font apa ya, lupa. Coba cek di “inspect element” deh, hehehe

  2. Aku jg menyayangkan bgt klo liat hewan sakit, apalagi kalo yang dikomersilin gitu kaaan. Kaoo di pinggiran jalan tanpa tuan sih wajar. Semoga management d’Kandang bisa memperbaiki dan lbh memperhatikan hewan2nya ya mb

Leave a Reply

Your email address will not be published.